Label

Jumat, 14 Agustus 2015

Hikmah dari cerita kecil


1. Waktu SMA, nggak sengaja ketemu cowok di rumah teman, dikenalinlah. Ternyata itu cowok yang pernah aku lihat d fotonya teman dan waktu itu aku minta dikenalin. Setelah pertemuan singkat itu, aku add fb dia, aku coba chat tapi nggak pernah dibalas sekali pun. Bahkan aku pernah sms dia tapi nggak pernah dibalas, (kesannya ngebet banget ya???nggak sih, cuma pengen temenan aja kok, nggak lebih, hihi). Singkatnya, setelah bertahun-tahun aku nggak pernah ngontak dia, bahkkan udah lupa, tiba-tiba dia chat di FB, ngobrol sana-sini, sampai akhirnya dia minta no hape aku. Ajaib kaaaan??????? tapi karena saat itu aku udah lupa sama dia, perasaannya biasa aja. Mungkin kalau dia seperti itu beberapa tahun lalu saat aku masih antusias  sama dia, pasti dapat chat seperti itu dari dia aku sangat senang mungkin bisa loncat-loncat. Haha. Tapi keadaan sudah beda. Nah, setelah minta nomer hp, akhirnya kita kontekan tiap hari, saling perhatian layaknya orang pacaran, bahkan masing-masing punya panggilan sayang, haha. Tapi perasaan aku biasa aja, nggak senang banget ataupun gimana. Enjoy aja gitu. Apalagi posisinya saat itu, ternyata dia udah bertahun-tahun pacaran sama teman sekolah aku. Haha... Dengan momen aku lagi patah hati dan susah move on dari mantan, kehadiran dia saat itu nggak bikin aku risih harus dekat dengan pacar orang.


2. Kemarin, tiba-tiba ada pulsa 25.000 masuk ke nomer HP. Padahal, nggak minta diisiin ke siapa-siapa. Saking penasarannya, aku tanya ke semua orang rumah, ternyata ngga ada yang ngerasa ngisiin.
Keesokan harinya, aku baru ingat, kalo sebulan lalu aku mendapat hadiah pulsa senilai 25.000 dari aplikasi di hp yaitu LINE, cuma memang LINE memberitahu, kalau pulsa akan dikirim 4 minggu dari hari itu. Sebelum akhirnya aku tahu ternyata pulsa 25.000 ini hadiah dari LINE,, sama sekali nggak kefikiran dan gak ingat pernah dapat hadiah pulsa. Yah.. kejadian ini memang hal kecil sih, tapi sepertinya maknanya nggak sekecil itu. :)

Terkadang, sesuatu akan datang saat kita sudah lupa terhadapnya, bahkan dalam rincian do'a pun sudah tidak ada tentang sesuatu itu.- Selly Yede

Tak selamanya, apa yang kita inginkan harus selalu kita ingat setiap hari. Karena Tuhan paling tau apa yang terbaik untuk kita. - Selly Yede

Jumat, 03 Juli 2015

Berarti Kita Sombong

"Omar Abdul Mannan (2005: 476) dalam bukunya Dictionary of The Holy Qur’an, mengartikan sombong sebagai berikut:“ Arrogantly behaving in a proud and superior manner; showing too much pride in oneself and too little consideration for others.”. Artinya: Sombong berperilaku dengan cara yang bangga dan superior, menunjukkan kebanggaan terlalu banyak dalam diri sendiri dan pertimbangan terlalu sedikit bagi orang lain. "


Saat merendahkan orang lain, berarti kita sombong
Saat tidak mau mengakui kesalahan, berarti kita sombong
Saat menolak kebenaran, berarti kita sombong
Saat hanya memandang suatu permasalahan dengan satu sudut pandang, berarti kita sombong
Saat tidak mau mendengarkan penjelasan orang lain, berarti kita sombong
Saat terus-terusan menyalahkan orang lain, berarti kita sombong
Saat mengungkit kebaikan-kebaikan yang pernah kita lakukan, berarti kita sombong
Saat tidak mau meminta maaf atas kesalahan ataupun kekhilafan diri sendiri, berarti kita sombong
Saat tidak mau memaafkan orang lain, berarti kita sombong
Saat meyakini pendapat sendiri yang paling benar, berarti kita sombong
Saat tidak mau mencari tahu kebenaran dari yang benar, berarti kita sombong
Saat hanya mendengarkan orang yang kita mau, berarti kita sombong
Saat tidak ada keinginan menciptakan kedamaian, berarti kita sombong
Saat mencari-cari dan menguliti kesalahan orang lain, berarti kita sombong
Saat berprasangka tidak baik terhadap orang lain, berarti kita sombong

Yaaa.... kita berarti termasuk ke dalam golongan orang sombong saat melakukan itu semua :)
Selain itu, masih banyak lagi yang sering tidak kita sadari, bahwa kita sedang masuk dalam golongan orang sombong... 

Terkadang, kesombongan itu tergantung dari mana sudut mata memandang.

Misal, si A mengajak temannya, si B main ke rumah barunya, dan si A cerita tentang keberhasilannya membeli rumah itu dengan hasil keringatnya sendiri selama bekerja sambil kuliah. Ada beberapa kemungkinan pandangan dari B  :

1. B menganggap A sombong, karena A sudah memamerkan rumah barunya dan memamerkan keuletan dia dalam kerja dan kuliahnya sedangkan B jangankan untuk membeli rumah, untuk biaya kuliah saja masih sering nunggak

2. B menganggap A berbagi cerita inspiratif, karena A memberikan contoh yang patut dia tiru, yaitu mandiri dan suka bekerja keras, sehingga jika dia mengikuti A, ada kemungkinan dia pun terhindar dari tunggakan biaya kuliah.

3. B menganggap biasa saja, tidak ada yang masuk ke dalam fikiran dan hatinya.

Nah, selayaknya kita mengambil pandangan pada poin dua, tapi seringnya dari kita mengambil pandangan pada poin satu, right???
Namanya juga manusia.... hihihi
Ya, karenanya, semakin sering kita berpandangan negatif terhadap orang lain, maka seharusnya kita juga semakin sering menyesali pemikiran kita yang seperti itu. Karena saat kita tidak pernah menyesali semua sikap kita yang seperti itu, berarti kesombongan kita telah meningkat berkali-kali lipat,hihi...

Tidak masalah jika ada seseorang yang mengatakan kita sok baik, sok positif, atau apapun yang negatif tentang kita. Karena menjadi manusia baik itu bukan hal mudah, jadi tidak ada salahnya saat kita menjadi manusia tidak baik kemudian berusaha menjadi baik, meski pada akhirnya selalu kembali menjadi tidak baik, tapi kita tidak boleh berhenti berusaha untuk menjadi manusia baik. 

Manusia tidak ada yang sempurna kan?
Pasti selalu ada kesalahan yang kita lakukan, pasti selalu ada kekeliruan dan kekhilafan yang kita lakukan, dan pasti selalu ada keegoisan dan kesombongan yang kita lakukan, tapi semua itu bukan suatu penghalang untuk kita kembali meluruskan diri kita. 

Salah, mencoba perbaiki, salah, mencoba perbaiki, dan terus berulang-ulang seperti itu lebih baik daripada salah dan terus menambah kesalahan. Dalam menuju kebaikan, setiap orang berbeda-beda jalannya, jika kita umpamakan kebaikan adalah saat kita berdiri, maka ada yang harus jatuh dan berdiri berulang-ulang kali untuk kemudian dapat berdiri kokoh, ada yang jatuh lama dan tiba-tiba berdiri, dan ada juga yang berdiri dari awal.

Terkadang, kita merasa puas, lega dan damai dengan  pemikiran negatif , tanpa kita sadari saat itu kita sedang berada dalam penjauhan diri dari kedamaian yang sesungguhnya dan sedang berada dalam golongan orang yang sombong. (SY)


Motivasi dan nasihat yang paling kena di hati adalah motivasi dan nasihat yang datang dari diri sendiri. Selly Yede


- Berkata pada cermin! Karena berbagi hal baik tak harus menunggu diri kita baik terlebih dahulu.. :)-



Selasa, 30 Juni 2015

Perbedaan Pendapat #NulisRandom2015 #Day30

"Jika kau fokus pada perbedaannya, engkau akan bertengkar. Jika kau fokus pada hal baik dari sebuah perbedaan, kalian akan menjadi semakin kuat." - Anonymous

"Berbicara dengan baik dan fasih adalah seni yang hebat, tapi mengetahui saat yang tepat untuk berhenti berbicara juga tindakan yang sama-sama hebat." - Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791), komposer legendaris asal Austria 




www.kaskus.co.id


Ada banyak kutipan dari tokoh-tokoh hebat tentang perbedaan yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tiga kutipan di atas cukup dapat mewakili untuk kita renungkan dalam menghadapi perbedaan. Semakin hari, semakin banyak kita temukan perselisihan karena sebuah perbedaan, baik perbedaan fisik yang ditampilkan dalam saling mencela, perbedaan suku, perbedaan agama, dan yang paling sering tentunya perbedaan pendapat.

Andaikan semua orang kembali mengamalkan pancasila, berdasar pada semboyan Bhineka Tunggal Ika  rasanya perselisihan karena sebuah perbedaan itu akan jarang ditemukan.
(hayoooo masih pada ingat gak artinya apa?...hihihi).,

Sebagai manusia normal, yang penuh ego dan emosional, akan ada keinginan untuk mengungkapkan pendapat dan ingin pendapat kita diterima. Mengungkapkan pendapat itu baik bahkan dianjurkan, karena kita tidak akan pernah tau pendapat kita dapat atau tidak dapat menolong keadaan kalau tidak kita ungkapkan. Hanya saja, ada baiknya kita berfikir terlebih dahulu sebelum mengeluarkan pendapat, berfikir apakah pendapat kita memberi jalan penyelesaian, apakah pendapat kita memberikan hal positif, dan apakah pendapat kita terangkai dengan kata-kata yang baik dan tidak menyakitkan

Sudah seharusnya, mengajak diri sendiri untuk menghindari sebuah perselisihan, mengajak diri sendiri untuk belajar menghargai pendapat orang lain, mengajak diri sendiri untuk menciptakan kedamaian

Jika ketiga hal itu tidak mampu kita lakukan meski kita sudah berusaha mencobanya, maka pilihan yang baik adalah DIAM. Dengan diam, kita belajar memahami apa yang sedang terjadi, dan itu lebih baik daripada kita berbicara, lalu kita menyampaikan hal yang menyakitkan yang pada akhirnya akan berbalik menyakiti diri kita sendiri. Terlebih ketika dalam keadaan emosi, diam itu lebih baik, karena apapun yang keluar dari mulut saat emosi akan berpotensi menambah rumit keadaan. Namun diam bukan berarti berpasrah sepenuhnya pada waktu. Kita bersandar pada waktu, namun waktu kita jadikan sebagai penetralisir rasa-rasa negatif yang bergejolak sebelumnya hingga timbul rasa-rasa positif dan keadaan kembali baik, bukan menyimpan rasa-rasa negatif yang berujung dendam dan tak pernah kembali baik.

Seperti kutipan dari mantan presiden kita Susilo Bambang Yudhoyono itu, untuk sebuah tujuan yang baik kita tidak bisa ingin selalu menang, terkadang kita harus mengalah atau sekali-kali mencari jalan tengah untuk mufakat. (SY)


Pertengkaran terjadi saat semua orang menginginkan kemenangan tanpa saling memberi toleransi, saling menghargai dan saling menciptakan kedamaian. - Selly Yede

Motivasi dan nasihat yang paling kena di hati adalah motivasi dan nasihat yang datang dari diri sendiri. - Selly Yede


- Berkata pada cermin! Karena berbagi hal baik tak harus menunggu diri kita baik terlebih dahulu.. :)-

Rabu, 24 Juni 2015

Erau Kota Raja #NulisRandom2015 #Day24

Baru sempat nonton film keren ini. Film yang menceritakan tentang perjalanan seorang jurnalis bernama Karina ke Kota Raja, Tenggarong, Kalimantan. Dalam rencananya, ia akan meliput pagelaran budaya kalimantan. Film ini Indonesia banget! Jarang sekali film menampilkan budaya khas Indonesia. Dalam film ini, ditampilkan berbagai ciri khas kalimantan, mulai dari baju, cinderamata, alat musik dan tarian. Cukup baik untuk di tonton oleh remaja Indonesia. Selain menonjolkan budaya Kalimatan, film ini juga menampilkan drama cinta antara sang jurnalis dengan pemuda setempat yang merupakan seorang dokter. Hanya saja, lelaki tersebut tidak menjalankan profesi sebagai dokter tapi mengkoordinir masyarakat setempat untuk tetap melestarikan seni dan budaya tempat tersebut.

Percintaan mereka tidak berajalan mulus karena ditentang keras oleh ibunya Reza, lelaki yang sudah membuat Karina berat untuk kembali ke Jakarta.

Cukup banyak hal positif dalam film ini yang masuk akal untuk difikirkan dan dilakukan :D

Beberapa kutipan dari film ini diantaranya :

"Akhirnya aku tau, jodoh dalah dia yang bertahan dan kuat memperjuangkan" - Karina

"Jika semua orang di sini ingin pergi berkarir di Kota, lantas siapa yang memperjungkan seni dan budaya tempat kita?" Reza.  (SY)



Selasa, 23 Juni 2015

Pola fikir #NulisRandom2015 #Day23

Seringnya kita rumit, sulit bahkan sakit karena pemikiran sendiri.

Peka dan berempati itu memang seharusnya, tapi kalau terlalu peka dan empati??? 
Justru menimbulkan suasana negatif.

Memang,, semua yang terlalu itu tidak baik.
Bolehlah kita memikirkan atau kefikiran masalah yang sedang menimpa sesekali waktu dan mencari jalan keluarnya. Tapi kalau tiap hari memikirkan masalahnya bahkan tanpa terfikirkan jalan keluarnya, hanya akan menimbulkan penyakit hati yang berujung penyakit pada tubuh.

Banyak sumber yang mengatakan, bahwa fikiran negatif akan merusak sistem di dalam tubuh, dan fikiran positif akan baik untuk sistem dalam tubuh.

Oleh karena itu,, tak usahlah kita larut dalam satu masalah berhari-hari. Bebaskan fikiran. Jika berhari-hari masih tak tenang dan selalu kefikiran, tak ditemukan jaln keluar, maka jalan terbaik yang harus kita tempuh adalah berdo'a dan terus berdo'a kepada Tuhan.

Mengakui ketidakbahagiaan, memikirkan masalah, dan membayangkan kerumitan, itu semua cukup sesekali saja. Jangan biarkan hari-hari kita dikotori oleh itu semua.
Mari sayangi diri kita.
Kalau bukan kita yang menyayangi diri kita sendiri,, mau siapa lagi???
Mari bebaskan hari-hari dari fikiran negatif.
Apa yang terjadi, biarkan saja.
Rasa sakit hati tak perlu dipelihara.
Percaya saja,, yang baik dan yang benar akan menemukan jalan kebahagiaannya tersendiri.

Pola fikir yang sehat, akan membawa efek positif pada tubuh kita sehingga menjadi sehat. (SY)

Motivasi dan nasihat yang paling kena di hati adalah motivasi dan nasihat yang datang dari diri sendiri. Selly Yede

- Berkata pada cermin! Karena berbagi hal baik tak harus menunggu diri kita baik terlebih dahulu.. :)-

Senin, 22 Juni 2015

Rokok #NulisRandom2015 #Day22

Kesal, heran, bingung, sebal, dan segala rasa campur aduk.
Kenapa sih harus ada rokok?
Jujur,, aku bukan orang yang intoleran terhadap perokok. Aku biasa saja kalau harus berhadapan dengan orang yang sedang merokok. Meskipun aku sering mendengr efek negatif perokok aktif dan pasif,, aku nggak pernah berusaha menghindari mereka. Bagiku, itu hak mereka, dan aku nggak mau ribet menghindari asap rokok, karena hampir setiap aku duduk, di lingkunganku selalu ada asap rokok.
Tapi cerita menjadi berbeda, saat aku melihat prokok aktif yang sedang sakit. Mereka terkekeh batuk, tapi rokok tak seharipun berhenti.
Mereka menutup mata kalau rokok akan memerburuk penyakit mereka.

Saat aku melihat perokok sedang sakit tapi mereka tak menghentikan aktifitas merokoknya,, saat itulah aku merasa kesal dan tak bisa biasa.
Terlebih saat perokok itu adalah orang yang aku sayang.

Aku melarang, tak hanya sekali melarang, sering dan sangat sering, sampai akhirnya aku tak bisa apa-apa selain menyaksikan orang-orang yang aku sayang sakit tapi masih merokok.

Setiap perokok yang aku temui dan aku ingatkan, mereka selalu memiliki berjuta alasan. Debat dengan mereka tak akan pernah ada ujungnya. Mereka selalu merasa benar.
Salah satu alasan yang aku ingat adalah
"Naik kendaraan saja berbahaya kok, tapi orang-orang berkendaraan tuh. Kalau rokok dilarang karena mematikan,, kenap orang berkendara nggak sekalian dilarang? Kan mematikan juga"

Lantas kalau sudah keluar alasan-alasan mereka, aku hanya bisa diam, merasa percuma.

Sebenarnya jika mereka dalam keadaan sehat sih silahkan,, tapi faktanya mereka dalam keadaan tidak sehat.

Andai mereka tau,, aku melarang dan mengingatkan karena aku tak ingin sakit mereka semakin parah. 
Aku ingin mereka sehat, dan aku tak ingin kehilangan mereka....
Aku ingin menikmati waktu bersama mereka tanpa harus mengkhawatirkan penyakit mereka bertambay parah...
Aku ingin tertawa lepas bersama mereka tanpa harus memikirkan bagaimana kesehatan mereka setelahnya...

Kadang aku ingin mematahkan batang-batang rokok di depan mereka,, tapi aku tak kuat dan tak tega. Jatuhnya menjadi serba salah....
Semua ini karena aku sayang mereka...

Kenapa mereka tak menyayangi diri mereka sendiri???
Apakah akan sama jadinya jika posisi dibalik???

Andai mereka tau betapa sedihnya melihat mereka seakan senang melukai diri sendiri...

Pada akhirnya...
Tak ada yang dapat kulakukan selain berdo'a agar mereka lekas sehat, baik-baik saja dan berhenti melukai diri sendiri...

Sabtu, 20 Juni 2015

Bossy #NulisRandom2015 #Day20

Etika yang sudah semakin memudar.
Diakui atau tidak, teknologi yang semakin canggih berbanding terbalik dengan etika tata krama Indonesian.
Semakin canggih teknologi, semakin tinggi juga anak yang bersifat bossy.
Inilah yang akhirnya menumbuhkan dengan mudah pertikaian.
Sifat bossy cenderung bertindak seenaknya, semaunya dan memiliki sedikit empati. Prinsipnya hanya memenuhi keinginan diri sendiri tanpa memikirkan dan memahami apa yang orang lain rasakan.

Semakin hari, semakin sering kita dengar anak-anak kecil berbicara dengan nada orasi. 
Ya... saya fikir nada mereka seperti orang yang sedang berorasi dalam sebuah demo.
Miris memang..... 
Negara Indonesia yang dahulu terkenal dengan keramahan rakyatnya,, sekarang justru terkikis, seringnya turis yang lebih ramah dibandingkan warga asli.
Sekarang lebih sering terdengar orang-orang bernada ketus dibandingkan orang-orang yang ramah.
Sekarang lebih sering terdengar teriakan dibandingkan sapaan. Lebih sering terlihat perselisihan dibandingkan persahabatan.

Pasalnya,, orang-orang dewasa yang seharusnya bisa dijadikan contoh untuk anak-anak dalam bersikap justru memberikan contoh yang tidak baik.
Cara bertanya, memerintah dan berjalan orang dewasa kini sudah sebagian besar tak beretika.

Belum terlambat untuk kita memberikan contoh yang baik kepada generasi penerus kita.
Tidak terlalu rumit dan sulit, cukup dengan hal sederhana, misal seperti :
Tidak berteriak kasar dalam melarang dan memerintah, tidak bertengkar di depan mereka, mengajarkan berjiwa besar dalam menerima kekalahan, bertenggang rasa dalam menghadapi perbedaan dan rendah hati dalam segala kelebihan.

Hal sederhana tapi sulit dan jarang dilakukan. Tapi demi perbaikan generasi penerus bangsa, tidak ada salahnya kita berusaha menanamkan hal sederhana, seandainyapun gagal,kita terus coba lagi.

Berbagi hal baik tidak harus menunggu kita menjadi baik. :) (SY)


Motivasi dan nasihat yang paling kena di hati adalah motivasi dan nasihat yang datang dari diri sendiri. Selly Yede

- Berkata pada cermin! Karena berbagi hal baik tak harus menunggu diri kita baik terlebih dahulu.. :)-