Sekalipun mungkin aku tau hari kemarinmu,, aku anggap itu telah kadaluarsa... Asal kau mau menutupnya..
Mengambil pelajaran baik dan
membuang pelajaran buruk dari hari kemarinmu...
Begitupun dengan aku.
Entah masih berapapun halaman yang tersisa di lembaranmu,, mari siapkan buku yang baru...
Kau tau???
Menulis di lembaran akhir itu hanya akan sesekali membuat kita dengan atau tanpa sengaja membuka-buka lembaran sebelumnya.
Karenanya,, mari memulai lembaran yang baru... Jika hari kemarin kita sering tak mengingat-Nya,, semoga hari esok kita selalu mengingat-Nya... Jika hari kemarin kita teramat jatuh cinta pada dunia,, semoga hari esok kita tak terlalu cinta dunia... Jika hari kemarin kita banyak tertawa tak wajar,, semoga hari esok kita memerbanyak istigfar... Jika hari kemarin kita kurang bersyukur,, semoga hari esok kita selalu bersyukur... Semoga dengan KITA,, hari esok akan menjadi lebih baik... Hey kamu yang entah siapa!
Yuk... mariiiiiii .... 😄
Selasa, 22 Maret 2016
Sabar
Dari rasa kecewa, aku belajar memahami, bahwa rasa yang bukan datangnya dari Allah hanya akan membuat kecewa.
Dari keadaan sulit, aku belajar mengerti, bahwa keadaan dimana tidak menyertakan Allah di dalamnya hanya akan membuat keadaan sulit.
Dari semua hal yang membuat hati semrawut, aku belajar memasrahkan diri... meyakini,, sebaik-baiknya rencana diri tetap rencana Allah pasti terbaik... Sabar, tenang, dan tersenyum. (SY)
Motivasi dan nasihat yang paling kena di hati adalah motivasi dan nasihat yang datang dari diri sendiri. - Selly Yede
- Berkata pada cermin! Karena berbagi hal baik tak harus menunggu diri kita baik terlebih dahulu.. :)-
Kepercayaan adalah Ujian
Kepercayaan adalah ujian. Gunjingan adalah cobaan... dan kesabaran adalah jawaban. - Selly Yede
Kepercayaan adalah ujian.
Ujian bagaimana kita mampu melaksanakan tugas sebagai orang yang dipercaya.
Ujian bagaimana kita mampu melakukan sesuatu sesuai yang dipercayakan.
Ujian bagaimana kita mampu menjaga kepercayaan itu.
Ujian sanggup atau tidaknya kita menolak segala kemungkinan yang mampu mencoreng kepercayaan.
Ujian seberapa kuat komitmen kita dalam menjaga kepercayaan itu.
Ujian seberapa tangguh kita dalam menerima segala konsuekensi demi menjaga kepercayaan itu.
Gunjingan adalah cobaan.
Cobaan untuk memancing rasa kesal.
Cobaan untuk menyulut amarah.
Cobaan untuk menciptakan perdebatan.
Cobaan untuk menimbulkan pertengkaran.
Cobaan untuk memudarkan keakraban.
Cobaan untuk merusak indah kebersamaan.
Dan kesabaran adalah jawaban...
Jawaban dalam menghadapi ujian kepercayaan dan cobaan gunjingan.
Mendapatkan kepercayaan adalah
bukan hal yang mudah. Tidak sedikit orang yang bersusah payah untuk mendapatkan kepercayaan, baik dari teman, pasangan hidup, orangtua, atau atasan kerja. Terlebih, mereka yang sudah pernah menyia-nyiakan kepercayaan, maka usaha yang dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan kembali baik dari orang yang sama ataupun orang lain yang sudah mengetahui reputasinya, akan lebih sulit. Seandainyapun mendapatkan kembali kepercayan, pasti kadarnya tak sama seperti semula. Bahkan yang ada hanya akan menimbulkan curiga.
Kepercayaan itu sulit didapatkan. Pepatah mengatakan "kepercayaan itu seperti kertas yang di remas, meskipun kembali ke bentuk semula, tapi tidak utuh, ada bekasnya." Semoga kita dapat menjaga kepercayaan yang kita terima.. (SY)
Sangat tidak mudah melanjutkan kepercayaan pada seseorang yang telah mematahkan. - Selly Yede
Akan memerlukan hati yang kuat dan waktu yang lama untuk memutuskan percaya kembali pada seseorang yang telah berdusta. - Selly Yede
Kepercayaan bukan sesuatu hal yang murahan. Meski mungkin dimaafkan, pasti selalu ada keraguan. - Selly Yede
![]() |
| doc. google |
Ujian bagaimana kita mampu melaksanakan tugas sebagai orang yang dipercaya.
Ujian bagaimana kita mampu melakukan sesuatu sesuai yang dipercayakan.
Ujian bagaimana kita mampu menjaga kepercayaan itu.
Ujian sanggup atau tidaknya kita menolak segala kemungkinan yang mampu mencoreng kepercayaan.
Ujian seberapa kuat komitmen kita dalam menjaga kepercayaan itu.
Ujian seberapa tangguh kita dalam menerima segala konsuekensi demi menjaga kepercayaan itu.
Gunjingan adalah cobaan.
Cobaan untuk memancing rasa kesal.
Cobaan untuk menyulut amarah.
Cobaan untuk menciptakan perdebatan.
Cobaan untuk menimbulkan pertengkaran.
Cobaan untuk memudarkan keakraban.
Cobaan untuk merusak indah kebersamaan.
Dan kesabaran adalah jawaban...
Jawaban dalam menghadapi ujian kepercayaan dan cobaan gunjingan.
Mendapatkan kepercayaan adalah
bukan hal yang mudah. Tidak sedikit orang yang bersusah payah untuk mendapatkan kepercayaan, baik dari teman, pasangan hidup, orangtua, atau atasan kerja. Terlebih, mereka yang sudah pernah menyia-nyiakan kepercayaan, maka usaha yang dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan kembali baik dari orang yang sama ataupun orang lain yang sudah mengetahui reputasinya, akan lebih sulit. Seandainyapun mendapatkan kembali kepercayan, pasti kadarnya tak sama seperti semula. Bahkan yang ada hanya akan menimbulkan curiga.
Kepercayaan itu sulit didapatkan. Pepatah mengatakan "kepercayaan itu seperti kertas yang di remas, meskipun kembali ke bentuk semula, tapi tidak utuh, ada bekasnya." Semoga kita dapat menjaga kepercayaan yang kita terima.. (SY)
Sangat tidak mudah melanjutkan kepercayaan pada seseorang yang telah mematahkan. - Selly Yede
Akan memerlukan hati yang kuat dan waktu yang lama untuk memutuskan percaya kembali pada seseorang yang telah berdusta. - Selly Yede
Kepercayaan bukan sesuatu hal yang murahan. Meski mungkin dimaafkan, pasti selalu ada keraguan. - Selly Yede
Motivasi dan nasihat yang paling kena di hati adalah motivasi dan nasihat yang datang dari diri sendiri. - Selly Yede
- Berkata pada cermin! Karena berbagi hal baik tak harus menunggu diri kita baik terlebih dahulu.. :)-
Untukmu yang Entah Siapa dan Dimana 1
Semoga aku ada di dalam istikharahmu,,, wahai laki-laki soleh, yang mungkin pernah mengalami fase gelap dalam kehidupan dunia dan akhirnya kembali menjadi laki-laki baik dan selalu berada di jalan-Nya.... Semoga kebersamaan kita kelak, akan membawa kebahagiaan dan kebaikan untukku, untukmu, keluargaku, keluargamu, agama kita, dan orang-orang disekitar kita.
Semoga kelak engkau menjadi imam yang baik, menuntunku menuju surganya hingga kita berjodoh dunia dan akhirat...
Selama aku menunggu,, aku akan berusaha, memantaskan diri ini. Meski harus tertatih, jatuh bangun dalam menjalaninya, aku akan belajar. Agar kelak saat kau datang meminta pada orangtuaku, aku pun sudah dalam keadaan baik sepertimu... Meski mungkin kita pernah sama-sama tersesat dalam gemerlap dunia.
Meski mungkin kita pernah sama-sama mencicipi keangkuhan dan kealpaan.
Meski mungkin kita pernah lalai dan lengah mencumbui keindahan yang dunia suguhkan.
Semoga kita telah sama-sama menjadikannya masa lalu.
Biar kita bertemu saat sama-sama telah baik untuk menjadi lebih baik... Karena perubahan terkadang mengurangi kenyamanan...
Biar perubahan kita, terjadi karena kita sendiri...
Bukan karena keinginanmu, atau keinginanku.
Semoga kelak...
Kita bertemu dalam keadaan baik menuju lebih baik...
Meninggalkan masa lalu tak baik yang telah kita kubur dengan cara kita sendiri.
Kelak...
Aku tak akan menanyakan masa lalumu. Kuharap kau pun sama.
Kita menulis cerita baru, tentang hidup yang baru, menulis bersama, perjuangan kita menuju surga-Nya...
Aamiin...
Semoga kelak engkau menjadi imam yang baik, menuntunku menuju surganya hingga kita berjodoh dunia dan akhirat...
Selama aku menunggu,, aku akan berusaha, memantaskan diri ini. Meski harus tertatih, jatuh bangun dalam menjalaninya, aku akan belajar. Agar kelak saat kau datang meminta pada orangtuaku, aku pun sudah dalam keadaan baik sepertimu... Meski mungkin kita pernah sama-sama tersesat dalam gemerlap dunia.
Meski mungkin kita pernah sama-sama mencicipi keangkuhan dan kealpaan.
Meski mungkin kita pernah lalai dan lengah mencumbui keindahan yang dunia suguhkan.
Semoga kita telah sama-sama menjadikannya masa lalu.
Biar kita bertemu saat sama-sama telah baik untuk menjadi lebih baik... Karena perubahan terkadang mengurangi kenyamanan...
Biar perubahan kita, terjadi karena kita sendiri...
Bukan karena keinginanmu, atau keinginanku.
Semoga kelak...
Kita bertemu dalam keadaan baik menuju lebih baik...
Meninggalkan masa lalu tak baik yang telah kita kubur dengan cara kita sendiri.
Kelak...
Aku tak akan menanyakan masa lalumu. Kuharap kau pun sama.
Kita menulis cerita baru, tentang hidup yang baru, menulis bersama, perjuangan kita menuju surga-Nya...
Aamiin...
Senin, 05 Oktober 2015
Perbedaan permainan Generasi 90 dengan Generasi sekarang
Permainan ini kalau di daerah saya namanya "ambreg"... ngegarisin tanah kayak dipetak-petakin gitu, nanti lempar genteng, terus diloncatin garis-garis petak-petaknya,kalau udah beres ke semu petak, lempar genteng deh ngdep belakang, trus petak yang kena genteng itu jadi petak milik kita dan gk boleh dilewatin yang lain.
Di daerahmu apa namanya?
Keindahan masa kecil #generasi90 lebih bermakna dibandingkan generasi sekarang yang permainan masa kecilnya lebih banyak mengutamakan otak dan mengesampingkan kebersamaan, yang pada permainan #generasi90an terdapat pelajaran :
1. Bermusyawarah (Sebelum bermain, biasanya bermusyawarah dulu, mau main apa. Kalau permainan sekarang? Tinggal klik, mau main apa saja dan sama siapa saja)
2. Gotong royong (dalam beberapa permainan, biasanya gotong royong misal dalam permainan "babancakan" gotong royong ngumpulin genteng bekas dikecil-kecilin, "gobag" / "ambreg" ngegarisin tanah, "karet" nyambung-nyambungin karetnya. Dll.
3. Simpati (misal dalam permainan "petak umpet", pada saat ada salah satu yang jatuh/terluka, ramai-ramai nyari obatnya)
4. Empati (misal dalam permainan "loncat karet", yang bisa koprol sengaja koprol biar teman yang nggak bisa loncat karet dalam ketinggian tertentu tetap bisa loncat. Hihi...)
Dan masih banyak pelajaran lainnya yang jarang kita temui pada permainan zaman sekarang.
Kalau sudah begini, #kitabisaapa ? (SY)
Kamis, 27 Agustus 2015
Komunikasi dan Turunkan Emosi
Thea dan Rama adalah sepasang kekasih. Suatu hari mereka bertengkar.
Thea : Rama sudah berubah. Dia tak pernah lagi menelepon aku setiap mau tidur. Harus selalu aku yang menghubunginya terlebih dahulu. Rama juga tak pernah lagi datang ke rumahku. Aku kirim sms hanya dibalas asal-asalan. Aku kesal, akhirnya aku tak lagi lembut, aku kirim kata-kata kasar ke Rama. Rama pun membalas dengan kata-kata yang lebih kasar. Hingga akhirnya pertengkaran terjadi.
Rama : Thea sudah berubah. Dia tak lagi menjadi wanita yang lemah lembut dan sabar seperti yang aku kenal dulu. Kata-katanya sekarang kasar. Aku paling nggak suka mendapatkan kata-kata kasar dari seorang perempuan. Dimataku, sekali saja perempuan itu berkata kasar, seluruh keanggunan dalam dirinya pupus, aku bisa ilfeel. Jika dibiarkan, dia akan bersikap seenaknya, dimana harga diri laki-laki kalau mau diam saja ketika melihat perempuannya berkata seperti preman pasar?
Fakta : Rama lagi sibuk di tempat kerja, mendadak harus tugas di luar kota, bertemu klien dengan segudang target kerjaan yang diberikan atasannya. Waktu luangnya hanya di malam hari, itu pun dia sudah lelah, yang dia lakukan langsung tidur.
Fakta : Thea sedang ada masalah dengan keluarganya dan tugas kampus juga numpuk. Orang tuanya bertengkar hebat dan akan segera melayangkan gugatan cerai. Thea butuh tempat cerita. Sebelum mengirim kata-kata kasar, Thea sempat menimbang-nimbang, takut menyakiti Rama. Tapi posisi seseorang yang sedang ada masalah memang rasa sabarnya akan berkulang berkali-kali lipat.
*Kalau saja Rama pernah bilang ke Thea kalau dia tidak menyukai perempuan berkata-kata kasar, bisa jadi Thea akan mengurungkan niatnya mengirimkan kata-kata kasar. Kalau saja Rama mau menjelaskan tentang perubahan kesibukan yang sedang dia lakukan, bisa jadi Thea akan mengerti. Kalau saja Rama mau meluangkan waktunya untuk berkomunikasi, pasti Thea tidak akan pernah berkata-kata kasar dan pertengkaran tidak akan terjadi.
*Kalau saja Thea mau lebih sabar, menunggu sampai tau fakta sebenarnya, pasti keadaan akan baik-baik saja. Kalau saja Thea langsung memberi tahu bahwa saat itu Thea sedang dalam masalah, bisa jadi Rama tak seasal itu dalam membalas sms Thea.
Ada dua hal yang sering terlupakan dalam menjalani sebuah hubungan. Ialah komunikasi dan (turunkan) emosi.
Sejatinya, keberlangsungan hubungan manusia di dunia tak lepas dari yang namanya komunikasi.
Namun seringnya, ada beberapa yang mengenyampingkan itu.
Menganggap komunikasi faktor kesekian setelah hal-hal lain yang mereka anggap penting.
Padahal,, ada banyak petaka ketika kurang atau bahkan tidak ada komunikasi.
Hubungan antara manusia dengan Tuhan komunikasinya lewat do'a.
Hubungan antara manusia dengan manusia lain komunikasinya lewat bicara.
Bagaimana jadinya, jika suatu hubungan dengan suatu ikatan, tidak mengutamakan komunikasi dalam fondasinya???
Tanpa komunikasi yang lancar dan baik, emosi akan menjadi mudah meningkat dan meluap-luap. Alhasil, perang dalam hubungan itu sulit dihindari. Tak jarang, pertengkaran pun akan berulang-ulang terjadi.
Yaaaa.... selama tidak menomor utamakan komunikasi, jangan harap hubungan bisa baik-baik saja.
Selain komunikasi, ada baiknya menurunkan emosi.
Menurunkan emosi dalam situasi yang memungkinkan melipatgandakan emosi memang tidak mudah. Sangat tidak mudah. Tapi sebagai manusia normal, bukankah kita harus mencoba???
Kalau kedua belah pihak saling meninggi emosinya, hal yang diluar masalah pun akan menjadi masalah dan menambah besar pertengkaran.
Belajar dari pengalaman bukan berarti kita harus mengalaminya.
Banyak cerita di sekitar kita yang dapat kita pelajari. Tanpa kita tahu, tanpa kita sadari, banyak cerita tentang permasalahan yang sebenarnya disebabkan oleh "komunikasi" dan "emosi". Atau mungkin dalam hubungan kita sendiri kita sering bermasalah hanya karena sebuah komunikasi yang buruk dan mengedepankan emosi negatif???
Tinggal bagaimana kita dapat memelajarinya.
Sesibuk apapun, luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan baik.
Semarah apapun, luangkan waktu untuk mengerti dan menurunkan emosi. (SY)
Motivasi dan nasihat yang paling kena di hati adalah motivasi dan nasihat yang datang dari diri sendiri. - Selly Yede
- Berkata pada cermin! Karena berbagi hal baik tak harus menunggu diri kita baik terlebih dahulu.. :)-
Kamis, 20 Agustus 2015
Selamat Jalan Nenek Tati ( Sariati Kodiat Gutawa )
Selasa, 18 Agustus 2015, saat bersiap-siap berangkat ke kantor, mama telepon, Nenek Tati meninggal.
Innalillahi wa innailaihi raji'un...
Alhasil aku urungkan berangkat ke kantor, dan ikut mama ke Jakarta. Pasalnya, tak pernah sekalipun aku ikut setiap mama mengunjungi keluarga Aki Suma ini. Begitupun sebaliknya, saat keluarga besar Aki Suma ke Menes pun, aku nggak pernah sempat bertemu. Sekali-kalinya bertemu waktu Aki Oceu (Kostama Sumapraja) meninggal dan di makamkan di pemakaman keluarga Supandri di menes. Katanya, waktu sebelum meninggal dulu, alm. Aki Oceu ini pernah pesan kalau meninggal ingin dimakamkan dekat dengan Nenek Ikoh. Seperti Nenek Tati, yang pernah pesan ingin dimakamkan di Bandung, di pemakaman kelaurga Nenek Tati.
Nenek Tati adalah menantu dari Aki Sumapraja, dimana Aki Sumapraja ini adalah adik dari Aki Atmawikarna, ayahnya Nenek Ikoh (mamih, nenek dari mama). Sewaktu Nenek Ikoh masih ada, keluarga Aki Suma yang paling dekat dengan Nenek Ikoh adalah Nenek Tati ini. Setiap tahun, Nenek Ikoh selalu berkunjung ke rumah Nenek Tati, sekalinya absen pun selalu di tanyain sama Nenek Tati. Aku ingat sekali, kalau Nenek Ikoh pulang dari rumah Nenek Tati, pasti selalu bawa minimal satu dus bahan baju atau baju yang menurut aku masih sangat bagus, bahkan dari aku SD sampai sekarang aku berusia 25 tahun, baju-bajunya masih aku pakai *efek mahal x ya, hihi.
Begitupun sebaliknya, setiap sebelum pergi ke rumah Nenek Tati, Nenek Ikoh selalu dari jauh-jauh hari bikin kue-kue kesukaan Nenek Tati yang katanya gak beliau temukan di Jakarta. Begitulah kedekatan Nenek Tati dengan Nenek Ikoh. Sehingga, walaupun aku hanya tau cerita tentang Nenek Tati dari Nenek Ikoh dan baru bertemu saat Nenek Ikoh udah nggak ada, aku cukup merasa kagum, bahkan sangat kagum pada sosok Nenek Tati ini. Nenek Ikoh cerita, kalau Nenek Tati ditinggal suaminya (Gutawa Sumapraja) saat anaknya masih kecil-kecil, tapi hebatnya, Nenek Tati tidak pernah menyerah atau putus asa dalam menghadapi hidup, justru anak-anaknya menjadi orang berhasil semua, tiga diantaranya adalah Om Gandira Gutawa Sumapraja yang sekarang menjabat Direksi di perusahaan BUMN Wijaya Karya, Om Erwin Gutawa yang merupakan musisi sukses dan terkenal di Indonesia, dan Tanteu Miranti Gutawa yang seorang Ahli Gizi ternama. Kurang lebih sama dengan perjuangan Nenek Ikoh membesarkan anak-anaknya, hanya saja kesuksesan anak-anak Nenek Ikoh memang tak sesukses anak-anak Nenek Tati, tapi sekedar cukup sukses. Dua nenek hebat :)
Hari ini, untuk pertama kalinya aku berkunjung ke rumah Nenek Tati. Tiba di sana, aku, mama, teteh, dan ketiga bibiku disambut oleh tanteu Teni Gutawa, adiknya Om Erwin. Mata Tanteu Teni terlihat merah dan sembab, sepertinya Tanteu Teni telah banyak menangis. Kedatangan kami hampir saja telat. Begitu kami datang, jenazah alm. Nenek Tati sedang di do'akan, lalu dibawa ke masjid untuk dihalatkan dan kemudian akan di bawa ke Bandung, kata Tanteu, Nenek akan dimakamkan di Astana Anyar, Bojong Loa Bandung. Karena itu, kami hanya sebentar disana. Setelah bertemu dengan Om Erwin, Tanteu Dindin, Nenek Dida dan anaknya, Nenek Nas, dan saudara lainnya, kami pun kembali pulang.
Selamat Jalan Nenek Tati, semoga amal ibadahmu diterima di sisi-Nya.
![]() |
Langganan:
Postingan (Atom)






